Potret ini diambil pada 29 Agustus 2024, ketika tim LPHN Halaban melakukan penelusuran titik koordinat batas Perhutanan Sosial Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Sekitar pukul 09.00 WIB, tim bergerak memasuki kawasan hutan untuk memastikan batas-batas Perhutanan Sosial sekaligus memetakan posisi pohon-pohon berdiameter besar yang masih berdiri kokoh dan terjaga keasriannya.
Setiap pohon besar dicatat garis lintang dan garis bujur, kemudian ditandai titik koordinatnya menggunakan GPS serta didokumentasikan sebagai bukti visual dan data pendukung pemetaan.
Perjalanan menuju satu titik koordinat ke titik berikutnya tidak mudah. Jalur yang ditempuh sangat terjal, licin, dan kerap diserang pacet di tengah perjalanan. Meski begitu, tim tetap menikmati setiap detik petualangan di dalam hutan yang masih alami.
Rasa lelah tersebut terbayar ketika ditemukan fakta bahwa masih banyak pohon berdiameter besar yang tetap tumbuh megah di area hutan, memberikan oksigen, menjaga ekosistem, dan menjadi benteng terakhir kelestarian kawasan.
Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk melihat kondisi batas Perhutanan Sosial, sekaligus menghitung jumlah pohon berdiameter besar yang masih bertahan. Harapannya, data ini menjadi dasar agar pohon dan batas hutan dapat dijaga kesinambungannya untuk generasi yang akan datang.
Seluruh hasil pemetaan akan dipresentasikan kepada Pemerintah Nagari Halaban, sebagai bahan sosialisasi agar seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian hutan.
Dari proses penelusuran ini dapat diambil kesimpulan bahwa manusia dan hutan adalah dua elemen kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Hutan menyediakan udara bersih dan menjadi penopang ekosistem bagi keberlanjutan kehidupan manusia.





